Berkata soal A, melakukan soal B. Hipokrasi.
Tak jarang, lelaki seperti itu. Tapi tidak termasuk saya.
Lempar kerikil, dibalas koral. Hibah susu, dibalas lupa.
Tak jarang, lelaki seperti itu. Tapi tidak termasuk saya.
Dibaikkin oleh perempuan, berpikir perempuan itu suka.
Tak jarang, lelaki seperti itu. Ini baru termasuk saya.
Melupakan kesalahan orang, tapi tak pernah memaafkan.
Tak jarang, lelaki seperti itu. Tapi tidak termasuk saya.
Melakukan kesalahan, menyesal, mengulanginya kembali.
Tak jarang, lelaki seperti itu. Ini baru termasuk saya.
Pintar berjanji, sulit menepati, pura-pura lupa.
Tak jarang, lelaki seperti itu. Tapi tidak termasuk saya.
Lagi cinta, memuji-muji. Udah berantem, mencaci-maki.
Tak jarang, lelaki seperti itu. Tapi tidak termasuk saya.
Salam para pembaca blog saya yang budiman, setelah saya mengajukan referendum kepada Dewan Besar Urusan Anu, maka telah ditetapkan pada hari ini bahwa Blog Jombloomer berganti nama menjadi Seraphim Blog yang menganut ideologi creativiteit in logos. Hanya namanya saja sih yang ganti, tulisannya masih sama dengan yang sudah ada dahulu.
Mengapa saya ganti nama blog?
Nama adalah do'a bukan? Saya rasa itu nasihat yang relevan hingga saat ini, dan saya pikir juga nama blog saya yang lalu tidak cocok dan juga sudah jelas dibenci semua orang.
Seraphim itu artinya apa?
Seraphim mempunyai arti "Yang berapi-api", saya harap nama ini merupakan semangat dalam menciptakan suatu gagasan kreatif, cerdas, dan fundamental.
Kalih jomblo terus yaa?
Hush! Gak ada urusan sama hal yang itu, saya cuma gak suka aja sama nama blog saya yang lalu, terkesan prihatin gitu namanya, lebih baik ganti nama yang lebih bermakna.
Jombloomer bukannya udah bagus maknanya?
Hmm, kemungkinan. Perpaduan antara kata "Jomblo" dan "Bloomer", yang maknanya (pengennya) seorang Jomblo yang mekar dan berkembang, tak selalu terpuruk.
Nah, kalau udah bagus kenapa ganti?
Saya sensitif sama kata Jomb.. Ah sudahlah.
Sekarang kok jarang posting, lih?
Maaf nih para pembaca yang budiman, saya lagi banyak kesibukan, entah itu kuliah, jalan-jalan, naik gunung, ngerjain tugas, ngerjain orang, dan kesibukan yang gak penting lainnya.
Ah bohong ah, mana buktinya?
Kapan saya pernah berbohong wahai pembaca setiaku?
| Bandara Adi Soemarmo Boyolali (Solo) |
![]() |
| Gunung Merbabu via Selo |
![]() |
| Lereng Gunung Lawu |
![]() |
| Pantai Siung, Kab. Gunung Kidul (Pantai Selatan) |
![]() |
| Telaga Cebong, Dieng |
![]() |
| Puncak Sikunir, Dieng |
![]() |
| Candi Cetho, Gunung Lawu |
![]() |
| Narsis di Telaga FP UNS waktu ngerjain tugas |
![]() |
| Kekompakkan kami di Gunung Papandayan |
![]() |
| Bersama sahabat masa kecil |
![]() |
| Liburan ke Collosseum bareng bang Bibit Soewoyo (canda, editan ini heuheu) |
![]() |
| Photo bareng Pak Kunto Adi, S.P. M.P di PT. Sinar Sosro, Ungaran |
![]() | |||||||||||
| Buang-buang duit di Cafe Tiga Tjeret Solo (MasyaAllaaah heuheu) |
Kegiatan saya banyak kan?
Ya yang keliatan aja itu mah ahaha
Hey sobat blogger, kali ini saya mau membahas tentang tata cara mencari makan di hutan.
Kira-kira penting gak sih belajar kaya' begini? Ya tergantung orangnya, paling tidak layak untuk dipelajari
Fungsinya buat apa deh? Jaga-jaga ketika kalian kehabisan makan ketika di hutan, entah itu kalian mendaki gunung, menempuh rimba, ekspedisi, atau rumah kalian memang di hutan heuheu
Sebelumnya kita harus tau terlebih dahulu bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan hingga 1 bulan asal dia masih mengkonsumsi air. Tetapi manusia hanya bisa bertahan hidup tanpa makanan selama 2-3 hari apabila dia tidak mengkonsumsi air.
Berarti air penting dong?
Ya, sangat penting. Tubuh manusia kan 55-80% nya terdiri dari air, nah, untuk mencari air di hutan, kalian bisa mengambil air dari embun, tetesan air pada daun, air hujan, air pada batang pisang, air pada bagian bawah batang bambu. Air tersebut dapat langsung diminum.
Kalian juga dapat mencari air dari aliran sungai, genangan air, air yang didapat dari menggali tanah, tapi air ini harus dimasak terlebih dahulu untuk dikonsumsi.
Saya juga pernah dengar bahwa air yang terdapat pada tanaman Kantung Semar yang tertutup bisa diminum, hanya saja mungkin rasanya agak terasa seperti serangga.
![]() |
| Kantung Semar |
Makanan seperti apa sih yang bisa dimakan di hutan itu?
a. Tumbuhan tersebut sudah dikenal dan sudah biasa dimakan.
b. Tumbuhan tersebut tidak berbulu.
c. Tumbuhan yang biasa dimakan oleh hewan mamalia.
d. Tumbuhan tersebut tidak berwarna mencolok, tidak bergetah, dan tidak berbau yang dapat membuat pusing.
Cara memastikan kalau tumbuhan itu tidak beracun gimana caranya?
1. Ambil tanaman itu dan sayat sedikit, lalu oleskan pada kulit tangan. Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa bisa lanjut ke tahap tes selanjutnya. Apabila tangan mengalami gatal atau iritasi, tanaman itu tidak layak dimakan.
2. Sayat kembali dan oleskan pada permukaan bibir, Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa bisa lanjut ke tahap tes selanjutnya. Apabila bibir mengalami gatal atau iritasi, tanaman itu tidak layak dimakan.
3. Gigit sedikit tanaman itu dan kunyah, tapi jangan dulu ditelan. Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa bisa lanjut ke tahap tes selanjutnya. Apabila mengalami iritasi, tanaman itu tidak layak dimakan.
4. Telan tanaman yang sudah dikunyah tadi dan tunggu 15 menit. Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa, maka tanaman layak dimakan. Apabila perut mengalami sakit, tanaman itu tidak layak dimakan.
Hewan apa saja yang dapat dikonsumsi?
a. Mollusca, yang termasuk kelompok ini adalah siput.
b. Annelida, yang termasuk kelompok ini adalah cacing.
c. Insecta (berbagai macam serangga), jenis serangganya adalah belalang, ulat sagu, dan ulat jati.
d. Crustacea, yang termasuk jenis ini adalah udang dan kepiting.
e. Pisces, yang termasuk kelompok ini adalah ikan.
f. Reptilia, yang termasuk kelompok ini adalah ular, kadal,dll.
g. Mamalia, yang termasuk kelompok ini adalah kelinci, rusa, tikus.
h. Aves, yang termasuk kelompok ini adalah ayam hutan dan burung.
Tanaman apa saja yang dapat dikonsumsi?
1. Umbi Talas
Sudah jelas yang dapat dikonsumsi dari tanaman ini adalah umbinya, kalian dapat merebusnya atau membakarnya.
| Umbi Talas |
Buah harendong ini ternyata bisa dikonsumsi, dan daunnya dapat dijadikan lalapan yang berguna untuk mengatasi demam dan pereda nyeri. Daunnya terasa pahit.
![]() |
| Harendong |
3. Arbei Hutan
Arbei hutan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Umumnya, arbei hutan dimanfaatkan oleh para pendaki gunung karena habitat tanaman ini adalah di daerah pegunungan dengan ketinggian 1000 – 2500 mdpl.
Manfaat buah arbei hutan adalah sebagai obat sariawan, daunnya dimanfaatkan sebagai obat diare, dan akar arbei digunakan sebagai obat wasir atau ambeyen, mengobati maag ( buah dibuat jus lalu diminum).
| Arbei Hutan |
Nah, pohon yang satu ini merupakan pohon favorit saya heuheu
Cantigi merupakan tumbuhan yang hidup di ketinggian di atas 2.400 mdpl.
Akar pohon ini kuat mencengkram, sehingga badai sekuat apapun tanaman ini tidak tumbang. Tanaman ini juga dapat hidup di tanah yang memiliki sedikit nutrisi.
Buah pada pohon cantigi ini bisa dimakan, buah yang matang berwarna gelap.
![]() |
| Pohon Cantigi |
![]() |
| Buah Pohon Cantigi |
5. Maraci
Maraci ini merupakan buah yang unik. Rasanya manis, bahkan akan membuat mulut kita terus merasakan manis apapun yang kita makan setelahnya. Biasanya rasa manis ini bertahan hingga 30 menit.
![]() |
| Buah Maraci |
Jangan lupa! Selalu bawa obat Norit untuk jaga-jaga. Karena obat Norit itu bisa menyerap racun apabila kita keracunan makanan, dosis untuk keracunan biasanya 20 tablet. Paling tidak kalian bawa Norit 2 untuk berjaga-jaga.
| Obat Norit |
Mungkin segitu aja ilmu yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat buat kalian yang ingin melakukan pendakian atau ekspedisi.
Intinya jangan jadi katak yang direbus di air dingin. Sadar, siaga dan waspadalah pada situasi apapun.
Be prepared, because you'll never know.
Sumber: Kaskus OANC, ariffadlillah.com, google books: tanaman liar untuk obat
68,5 tahun Indonesia berdiri, 68,5 tahun sejarah terjadi setiap saat, 68,5 tahun masalah bangsa melanda, 68,5 tahun korupsi merajalela. Tak hanya sejak Hiroshima dan Nagasaki diserang Amerika, bahkan sejak VOC menguasai ekonomi Indonesia, korupsi sudah ada. Tahun 1642 kala itu, Gubernur Jendral Antonio Van Diemen bahkan menyurati Heeren XVII tentang
parahnya korupsi yang terjadi di tubuh VOC. Berbagai upaya untuk
memberantas korupsi di dalam tubuh asosiasi dagang ini tak berhasil.
Sehingga tak jarang dikatakan bahwa korupsi saat itu sudah menjadi suatu
kenyataan hidup.
Kita maju ke abad 20, dimana korupsi makin marak terjadi. Apa yang kalian ingat? Kasus Century? Kasus BLBI? Kasus Proyek Hambalang?
Kenapa makin marak?
Sebenarnya korupsi berawal dari penyimpangan moral, tak harus besar nilai korupsi itu.
Kita mulai lihat dari hal yang kecil dahulu, seperti mengambil kembalian dari uang yang ibu kita suruh untuk membeli belanja, mengambil sedikit uang kas sekolah, ataupun hal lain yang berkaitan.
Korupsi tak akan terjadi apabila kebiasaan seperti itu sejak kecil dihilangkan, paling tidak kita menyadarinya bahwa berapapun yang kita ambil apabila itu bukan milik kita dan orang-orang tidak mengetahuinya itu adalah penyimpangan.
Kemana pendidikan moral di sekolah?
Pendidikan moral menurut saya penting, mengajarkan anak untuk membentuk moral yang benar serta mengajarkan bahwa korupsi itu merusak diri serta orang lain. Pelajaran ini bukan bertujuan untuk memberantas korupsi di negeri ini, melainkan untuk mengurangi koruptor di masa mendatang.
Kita lihat sekarang begitu banyaknya koruptor yang dipenjara, tapi ada dengan penjaranya? Lagi lagi ada penyimpangan, mengapa penjara koruptor berfasilitas memadai seperti hotel bintang lima? Ini semacam diskriminasi kasta, korupsi itu perbuatan yang tidak manusiawi, mengapa mereka diperlakukan mewah seperti itu?
Pada dasarnya uang pajak rakyat itu bagai air, dari tanah air itu diambil dan pada akhirnya kembali lagi ke dalam tanah.
Sudah berapa kerugian yang ditanggung negara ini karena kekurangan dana?
Jalan rusak, fasilitas umum tak layak, semata-mata karena dana pajak masyarakat tidak sampai kas negara, melainkan hilang di tengah proses.
Kita lihat pemimpin-pemimpin sekarang, ada yang hanya gila jabatan dan tidak peduli rakyat, ada yang hanya berkoalisi demi sebuah kursi, tapi tentu ada yang masih baik serta peduli dengan masyarakat.
Kemana pasukan itu?
Pasukan itu sibuk 'turun gunung', mereka keluar dari ruangan ber-AC, mereka inspeksi ke tempat permasalahan, mereka memeberantas segala penyimpangan langsung secara bertahap, mereka tak ada waktu untuk diliput media agar mendongkrak popularitas mereka.
Saya ambil contoh beberapa pasukan penyelamat negara tersebut:
Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah)
Orang nomor satu di Jawa Tengah ini sibuk mengurusi prooblema rakyatnya serta daerahnya, ia meberantas banyak penyimpangan yang terjadi seperti pungutan liar.
"Tuanku ya Rakyat, Gubernur cuma Mandat" kata Pak Ganjar.
Beberapa waktu lalu beliau beraksi memberantas pungli di sebuah jembatan timbang di daerah Batang, Jawa Tengah.

Pak Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta)
Beliau sangat peduli dengan masyarakat, Pak Jokowi merupakan orang penting yang suka 'mblusukan' untuk memantau secara langsung kejadian di tempat. Beliau orang yang sederhana, tak ingin mobil dinas mewah, dan tak ingin gaji besar.
Basuki Tjahaja Purnama (Wa-Gub DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta yang kerap dipanggil Ahok ini juga orang yang sensitif dengan adanya penyimpangan penyelewengan dana. Beliau sempat geram dengan pegawai-pegawai yang memberikan pajak kepada donatur bus untuk kota Jakarta. Beliau heran, orang mau nyumbang bus kok malah dimintai pajak.
Anies Baswedan pernah berkata “Penyelewengan, penyimpangan, korupsi merajalela bukan semata-mata
karena orang jahat jumlahnya banyak, tapi karena orang baik memilih diam
dan mendiamkan, saya pilih tidak mendiamkan”.
Korupsi tak akan bisa hilang apabila kita, orang baik tidak turun tangan. Tak harus menunggu pemimpin baik untuk maju dan memimpin, kita mulai dari diri kita sendiri.
Jadikan kita relawan pemberantas korupsi, bukan bayaran.
Mari turun tangan membenahi negara ini. Jadilah pasukan yang dinanti-nanti.
Kalih N. Kusuma
Surakarta, 5 Mei 2014
Langganan:
Komentar (Atom)



















- Follow Me on Twitter!
- "Add me on Facebook!
- RSS
Contact