Anyong haseo epribadeh, akhirnya selesai juga tulisan gue yang
kedua ini, sedikit telat memang jadinya gara-gara kekurangan premis
sebelumnya. Ok, tulisan kali ini berjudul ‘Dampak Negatif Boy/Girl Band’
(entah, apa pantas disebut band?), sebelumnya gue mau ngingetin kalian
terlebih dahulu kalau tulisan ini bukan bermaksud untuk menghina ataupun
menjelek-jelekan, maksud saya disini hanyalah mengungkap kebenaran dan
mendobrak kebathilan sehingga bisa dijadikan motivasi untuk kedepannya.
Ok lanjut, kalian tau boy band kan? Itu tu yang jingkrak-jingkrak diatas
panggung sambil mangap-mangap dan berpenampilan bagai phedopil yang
baru akhil balik, tapi gue gak mau ngebahas soal ketenaran mereka, gue
mau ngebahas tentang dampak apa aja yang mempengaruhi hidup kita.
Checkibrot
1. Over Obsession (Obsesi Terlalu Tinggi)
Kekaguman mereka (fan boy & fan girl) terhadap boy/girl band itu
telah ngebuat mereka beranggapan bahwa hiburan mereka itu termasuk
sepbako, ya! Sepbako, mereka menambahkan satu hal kedalam Sembilan bahan
pokok, itulah boy/girl band. Sesuatu yang merubah drastic kehidupan
mereka mulai dari aspek keuangan, aspek waktu, & aspek pencernaan,
ya! pencernaan, mungkin aja pas dia lagi erupsi di kamar mandi begitu
dengar boy/girl band favoritnya tampil di tv dia langsung bergegas
keluar tanpa pikir panjang untuk menontonnya *bau semerbak pun tercium*.
Bahkan ketika ada konser, mereka rela mengantri berhari-hari hanya
untuk menonton boy/girl band favoritnya jingkrak-jingkrak. Gua sempet
liat waktu itu antrian tiket nonton SuJu panjangnya naudzubillah! Dari
mulai anak alay, cowo maho, anak gaul, sampai kakek-kakek menopause ikut
mengantri. Saking lamanya mereka mengantri, gua liat ada yang sampai
bawa bantal, guling, kompor, dan juga ada yang ngantri sambil main
futsal. #Ngaco #BegoAmat
2. Cuaca
Ini dampak yang sebenarnya random, kenapa pas SuJu perform selalu
saja turun hujan, apa Tuhan sengaja menurunkan hujan agar konser itu
bubar? Mungkin! Seenggaknya kita orang Indonesia yang selalu mencari
peluang di setiap kesempatan, memanfaatkan hal tersebut untuk pelembapan
daerah-daerah yang sudah lama tidak diguyur hujan. Usut punya usut
akibat hal tersebut, SuJu dijuluki ‘the god of rain’ yang ada kaitannya
dengan organisasi tersembunyi ‘the Illuminati’, namun informasi lebih
lanjut terkait boyband SuJu dengan the Illuminati belum saya terima dari
jawatan Kereta Api, jadi ya belum ada pencerahan, the Illuminati lah
salah satu yang tercerahkan.
3. Plagiat Culture
Nah yang satu ini mulai berkembang, Plagiat Culture yang apabila
diartikan menjadi ‘budaya plagiat’ mulai berkembang khususnya di
Indonesia, apalagi pas pertama kali munculnya boy&girl band di
Indonesia seperti Sm*sh & 7 Icons. Mereka terinspirasi oleh
boy&girl band seperti yang di Korea, namun mereka hanya menganut
asas ‘amati -> tiru’, seharusnya mereka menambahkan ‘modifikasi’
setelah ‘amati -> tiru’ agar kesannya tidak plagiat. Ingat! ‘Steal
Not Borrow’, kita curi lalu kita modifikasi dengan konsep kita sendiri.
Nah! Gara-gara teori yang kurang maknyus itu mulai bermunculan
boy&girl band yang menganut asas ‘Kebebasan Ctrl+C & Ctrl+V’
seenak jempol cantengan mereka. Menurut departemen transmigrasi, jumlah
sensus boy&girl band yang plagiat mencapai 63,27% dan terus
meningkat seiring naiknya harga kerupuk kulit khususnya di rest area tol
Cirebon. #Ngaco #Biarin #BiarPanjang
4. Semi-Amnesia
Semi-Amnesia disini maksudnya kita lupa akan hal-hal yang udah jadi
kewajiban ataupun hak-hak orang lain. Pada persoalan ini, banyak fan boy
maupun fan girl yang lupa akan kewajibannya ketika mereka telah asik
menonton idola mereka, seperti contohnya seorang fan boy yang lupa
sholat & makan ketika udah asik sendiri dengan yang di idolakannya.
Ada juga fan girl yang asik menonton mereka di tv seharian sehingga lupa
akan hak ayahnya untuk menonton berita. Dulu gua pernah nemuin seorang
fan boy yang saking lamanya asik nonton idolanya di tv sampai-sampai
badannya berlumut dan penuh sarang laba-laba. Menurut riset Kalih,
kecanduan boy/girl band lebih berbahaya dibanding kecanduan kopi, orang
yang kecanduan boy/girl band ini seolah-olah membuat kinerja otak
berhenti secara simultan seiring kecanduannya yang semakin akut.
Akibatnya, Semi-Amnesia pun tak dapat dihindari. Jadi mulai sekarang
biasakan untuk tidak menganggap lebih sebuah boy/girl band itu, suka sih
boleh, tapi jangan sampai terlalu berlebihan seperti halnya yang
dialami fan boy & fan girl. Kalian gak mau kan begitu habis nonton
boy/girl band tiba-tiba langsung lupa segala hal. “Dimana aku? Dimana
jodohku? Mama! Tolong! Aku lupa segalanya! Nikahkan aku, mama! Aku tak
mau hidup diketiak penjajah! Aku tak mau hidup beralas bangkai!”
#AmnesiaKronis
Mungkin segitu aja, intinya kalian harus bijak dalam mengidolakan
sesuatu, jangan sampai kalian terbudak oleh apa yang kalian idolakan,
idolakanlah sesuatu yang memberi dampak positif pada kehidupan kalian.
Dan ingat!
“Never underestimate a little things even it’s not so important at all”.
Ok, thanks udah mau baca, tunggu tulisan gue berikutnya. Ta ta for now, cheerio!
- Follow Me on Twitter!
- "Add me on Facebook!
- RSS
Contact