Kamis, 05 Juni 2014 1 komentar

Cari Makan di Hutan?

Hey sobat blogger, kali ini saya mau membahas tentang tata cara mencari makan di hutan.
Kira-kira penting gak sih belajar kaya' begini? Ya tergantung orangnya, paling tidak layak untuk dipelajari
Fungsinya buat apa deh? Jaga-jaga ketika kalian kehabisan makan ketika di hutan, entah itu kalian mendaki gunung, menempuh rimba, ekspedisi, atau rumah kalian memang di hutan heuheu

Sebelumnya kita harus tau terlebih dahulu bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan hingga 1 bulan asal dia masih mengkonsumsi air. Tetapi manusia hanya bisa bertahan hidup tanpa makanan selama 2-3 hari apabila dia tidak mengkonsumsi air.

Berarti air penting dong?
Ya, sangat penting. Tubuh manusia kan 55-80% nya terdiri dari air, nah, untuk mencari air di hutan, kalian bisa mengambil air dari embun, tetesan air pada daun, air hujan, air pada batang pisang, air pada bagian bawah batang bambu. Air tersebut dapat langsung diminum.

Kalian juga dapat mencari air dari aliran sungai, genangan air, air yang didapat dari menggali tanah, tapi air ini harus dimasak terlebih dahulu untuk dikonsumsi.
Saya juga pernah dengar bahwa air yang terdapat pada tanaman Kantung Semar yang tertutup bisa diminum, hanya saja mungkin rasanya agak terasa seperti serangga.

Kantung Semar

Makanan seperti apa sih yang bisa dimakan di hutan itu?
a. Tumbuhan tersebut sudah dikenal dan sudah biasa dimakan.
b. Tumbuhan tersebut tidak berbulu.
c. Tumbuhan yang biasa dimakan oleh hewan mamalia.
d. Tumbuhan tersebut tidak berwarna mencolok, tidak bergetah, dan tidak berbau yang dapat membuat pusing.

Cara memastikan kalau tumbuhan itu tidak beracun gimana caranya?
1. Ambil tanaman itu dan sayat sedikit, lalu oleskan pada kulit tangan. Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa bisa lanjut ke tahap tes selanjutnya. Apabila tangan mengalami gatal atau iritasi, tanaman itu tidak layak dimakan.
2. Sayat kembali dan oleskan pada permukaan bibir, Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa bisa lanjut ke tahap tes selanjutnya. Apabila bibir mengalami gatal atau iritasi, tanaman itu tidak layak dimakan.
3. Gigit sedikit tanaman itu dan kunyah, tapi jangan dulu ditelan. Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa bisa lanjut ke tahap tes selanjutnya. Apabila mengalami iritasi, tanaman itu tidak layak dimakan.
4. Telan tanaman yang sudah dikunyah tadi dan tunggu 15 menit. Apabila dalam 15 menit tidak apa-apa, maka tanaman layak dimakan. Apabila perut mengalami sakit, tanaman itu tidak layak dimakan.

Hewan apa saja yang dapat dikonsumsi?
a. Mollusca, yang termasuk kelompok ini adalah siput.
b. Annelida, yang termasuk kelompok ini adalah cacing.
c. Insecta (berbagai macam serangga), jenis serangganya adalah belalang, ulat sagu, dan ulat jati.
d. Crustacea, yang termasuk jenis ini adalah udang dan kepiting.
e. Pisces, yang termasuk kelompok ini adalah ikan.
f. Reptilia, yang termasuk kelompok ini adalah ular, kadal,dll.
g. Mamalia, yang termasuk kelompok ini adalah kelinci, rusa, tikus.
h. Aves, yang termasuk kelompok ini adalah ayam hutan dan burung.

Tanaman apa saja yang dapat dikonsumsi?
1. Umbi Talas
Sudah jelas yang dapat dikonsumsi dari tanaman ini adalah umbinya, kalian dapat merebusnya atau membakarnya.
Umbi Talas

2. Harendong
Buah harendong ini ternyata bisa dikonsumsi, dan daunnya dapat dijadikan lalapan yang berguna untuk mengatasi demam dan pereda nyeri. Daunnya terasa pahit.
Harendong

3. Arbei Hutan
Arbei hutan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Umumnya, arbei hutan dimanfaatkan oleh para pendaki gunung karena habitat tanaman ini adalah di daerah pegunungan dengan ketinggian 1000 – 2500 mdpl.

Manfaat buah arbei hutan adalah sebagai obat sariawan, daunnya dimanfaatkan sebagai obat diare, dan akar arbei digunakan sebagai obat wasir atau ambeyen, mengobati maag ( buah dibuat jus lalu diminum).
Arbei Hutan

4. Cantigi
Nah, pohon yang satu ini merupakan pohon favorit saya heuheu
Cantigi merupakan tumbuhan yang hidup di ketinggian di atas 2.400 mdpl.
Akar pohon ini kuat mencengkram, sehingga badai sekuat apapun tanaman ini tidak tumbang. Tanaman ini juga dapat hidup di tanah yang memiliki sedikit nutrisi.
Buah pada pohon cantigi ini bisa dimakan, buah yang matang berwarna gelap.
Pohon Cantigi
Buah Pohon Cantigi

5. Maraci
Maraci ini merupakan buah yang unik. Rasanya manis, bahkan akan membuat mulut kita terus merasakan manis apapun yang kita makan setelahnya. Biasanya rasa manis ini bertahan hingga 30 menit.
Buah Maraci


Jangan lupa! Selalu bawa obat Norit untuk jaga-jaga. Karena obat Norit itu bisa menyerap racun apabila kita keracunan makanan, dosis untuk keracunan biasanya 20 tablet. Paling tidak kalian bawa Norit 2 untuk berjaga-jaga.


Obat Norit
Mungkin segitu aja ilmu yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat buat kalian yang ingin melakukan pendakian atau ekspedisi.
Intinya jangan jadi katak yang direbus di air dingin. Sadar, siaga dan waspadalah pada situasi apapun.
Be prepared, because you'll never know.


Sumber: Kaskus OANC, ariffadlillah.com, google books: tanaman liar untuk obat
Senin, 05 Mei 2014 0 komentar

Kemana Pasukan Itu?


68,5 tahun Indonesia berdiri, 68,5 tahun sejarah terjadi setiap saat, 68,5 tahun masalah bangsa melanda, 68,5 tahun korupsi merajalela. Tak hanya sejak Hiroshima dan Nagasaki diserang Amerika, bahkan sejak VOC menguasai ekonomi Indonesia, korupsi sudah ada. Tahun 1642 kala itu, Gubernur Jendral Antonio Van Diemen bahkan menyurati Heeren XVII tentang parahnya korupsi yang terjadi di tubuh VOC. Berbagai upaya untuk memberantas korupsi di dalam tubuh asosiasi dagang ini tak berhasil. Sehingga tak jarang dikatakan bahwa korupsi saat itu sudah menjadi suatu kenyataan hidup.

Kita maju ke abad 20, dimana korupsi makin marak terjadi. Apa yang kalian ingat? Kasus Century? Kasus BLBI? Kasus Proyek Hambalang?

Kenapa makin marak?
Sebenarnya korupsi berawal dari penyimpangan moral, tak harus besar nilai korupsi itu.
Kita mulai lihat dari hal yang kecil dahulu, seperti mengambil kembalian dari uang yang ibu kita suruh untuk membeli belanja, mengambil sedikit uang kas sekolah, ataupun hal lain yang berkaitan.

Korupsi tak akan terjadi apabila kebiasaan seperti itu sejak kecil dihilangkan, paling tidak kita menyadarinya bahwa berapapun yang kita ambil apabila itu bukan milik kita dan orang-orang tidak mengetahuinya itu adalah penyimpangan.

Kemana pendidikan moral di sekolah?
Pendidikan moral menurut saya penting, mengajarkan anak untuk membentuk moral yang benar serta mengajarkan bahwa korupsi itu merusak diri serta orang lain. Pelajaran ini bukan bertujuan untuk memberantas korupsi di negeri ini, melainkan untuk mengurangi koruptor di masa mendatang.

Kita lihat sekarang begitu banyaknya koruptor yang dipenjara, tapi ada dengan penjaranya? Lagi lagi ada penyimpangan, mengapa penjara koruptor berfasilitas memadai seperti hotel bintang lima? Ini semacam diskriminasi kasta, korupsi itu perbuatan yang tidak manusiawi, mengapa mereka diperlakukan mewah seperti itu?

Pada dasarnya uang pajak rakyat itu bagai air, dari tanah air itu diambil dan pada akhirnya kembali lagi ke dalam tanah.
Sudah berapa kerugian yang ditanggung negara ini karena kekurangan dana?
Jalan rusak, fasilitas umum tak layak, semata-mata karena dana pajak masyarakat tidak sampai kas negara, melainkan hilang di tengah proses.

Kita lihat pemimpin-pemimpin sekarang, ada yang hanya gila jabatan dan tidak peduli rakyat, ada yang hanya berkoalisi demi sebuah kursi, tapi tentu ada yang masih baik serta peduli dengan masyarakat.

Kemana pasukan itu?
Pasukan itu sibuk 'turun gunung', mereka keluar dari ruangan ber-AC, mereka inspeksi ke tempat permasalahan, mereka memeberantas segala penyimpangan langsung secara bertahap, mereka tak ada waktu untuk diliput media agar mendongkrak popularitas mereka.

Saya ambil contoh beberapa pasukan penyelamat negara tersebut:
Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah)
Orang nomor satu di Jawa Tengah ini sibuk mengurusi prooblema rakyatnya serta daerahnya, ia meberantas banyak penyimpangan yang terjadi seperti pungutan liar.
"Tuanku ya Rakyat, Gubernur cuma Mandat" kata Pak Ganjar.
Beberapa waktu lalu beliau beraksi memberantas pungli di sebuah jembatan timbang di daerah Batang, Jawa Tengah.

http://okejoss.com/wp-content/uploads/2014/04/Ganjar-Pranowo-Ngamuk-di-jembatan-timbang.jpg


Pak Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta)
Beliau sangat peduli dengan masyarakat, Pak Jokowi merupakan orang penting yang suka 'mblusukan' untuk memantau secara langsung kejadian di tempat. Beliau orang yang sederhana, tak ingin mobil dinas mewah, dan tak ingin gaji besar.
http://ramalanintelijen.net/wp-content/uploads/jokowi-tanpa-ragu.png 


Basuki Tjahaja Purnama (Wa-Gub DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta yang kerap dipanggil Ahok ini juga orang yang sensitif dengan adanya penyimpangan penyelewengan dana. Beliau sempat geram dengan pegawai-pegawai yang memberikan pajak kepada donatur bus untuk kota Jakarta. Beliau heran, orang mau nyumbang bus kok malah dimintai pajak.
http://cdn1.production.liputan6.com/medias/650801/big/AHOK-MARAH-140313c.jpg 


Anies Baswedan pernah berkata “Penyelewengan, penyimpangan, korupsi merajalela bukan semata-mata karena orang jahat jumlahnya banyak, tapi karena orang baik memilih diam dan mendiamkan, saya pilih tidak mendiamkan”.

Korupsi tak akan bisa hilang apabila kita, orang baik tidak turun tangan. Tak harus menunggu pemimpin baik untuk maju dan memimpin, kita mulai dari diri kita sendiri.
Jadikan kita relawan pemberantas korupsi, bukan bayaran.
Mari turun tangan membenahi negara ini. Jadilah pasukan yang dinanti-nanti. 

Kalih N. Kusuma
Surakarta, 5 Mei 2014
Kamis, 17 April 2014 0 komentar

Candi Cetho

Semua ini berawal tanggal 14 Maret 2014, ketika tubuh saya mulai merindukan hawa dingin. Kota Solo dengan hawanya yang sejuk belum membuat saya puas, maka dari itu saya masuk kulkas berencana liburan ke dataran tinggi. Kebetulan dataran tinggi terdekat disana adalah daerah lereng barat Gunung Lawu. Ya berangkatlah kami pada esok harinya pukul 12.00 pas (rencananya jam 10 padahal).

Dengan semangat menggebu-gebu, kami melesat dengan cepat di jalanan, tanpa disadari sebelumnya ternyata ban belakang bocor, motor sudah bergoyang-goyang seperti saat Sagita bernyanyi lagu Oplosan. Akhirnya setengah jam berlalu untuk menambal ban.

Penampakan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Setelah itu kamipun berangkat kembali, sekitar perjalanan dua jam kami tiba di kaki Gunung Lawu bagian barat.
Perjalanan Masih Panjang dan Menanjak
Cuaca cerah berawan, suhu lumayan dingin tapi panas terik. Pohon teh, pohon karet ada disekeliling jalan. Jalan disini sangat menanjak dan berkelok-kelok, motor vario gak kuat buat dua orang, akhirnya saya turun dan jalan kaki. Lumayan ngos-ngosan jalan 5 menit.
Sampailah kami di Candi Cetho.

Tiket masuk untuk wisatawan lokal saat itu kalau gak salah 3 ribu per orang.

Wisatawan di sini gak seramai yang saya kira, tapi tetap ada wisatawan dari luar negeri.
Di Candi Cetho ini ada beberapa candi yg masih dibuat utk tempat ibadah.
Salah satunya adalah Candi Dewi Saraswati
Candi Dewi Saraswati
Jalan menuju Candi Saraswati tidak terlalu jauh dan aksesnya mudah, untuk masuk ke dalam kawasan candi ini alas kaki harus dilepas.
Setelah itu kami ke candi lainnya, candi paling atas yaitu Candi Kethek.
Jalan menuju Candi Kethek ini melalui hutan dan kondisi jalan menurun dan menanjak agak licin. Di candi ini tidak ada satupun pengunjung, sepinya gak ketolong, karena candi ini di tengah hutan pinus.
Candi Kethek

Sepinya Candi Kethek

View Dari Candi Kethek

Candi Kethek
Ternyata disebelah Candi Kethek ini ada sebuah jalan kecil menuju hutan, karena penasaran maka saya telusuri jalan tersebut sekitar 5 menit.

Jalan kecil dekat Candi Kethek
 Setelah berjalan sekitar 5 menit, ada sebuah tanda di pohon bertuliskan "PUNCAK". Ternyata jalan tersebut merupakan jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan puncak yang paling tinggi Hargo Dumilah (3265 mdpl)


Jalan Menuju Puncak Gunung Lawu
Setelah puas photo-photo di Candi Kethek, kami beristirahat sejenak, sekedar duduk dan mengobrol. Namun tiba-tiba kabut turun.

Mulai horror haha

Mejeng dikit haha
 Setelah itu kami bergegas turun karena dikejar kabut.


Jalannya licin
@yoggamukti mejeng gantian. Jalur dengan jurang di kanan.
Sampai di parkiran motor kabut semakin tebal dan mulai turun hujan.


Sambil menunggu hujan yang tak kunjung henti, kami ingin membuktikan sebuah teori.
Teori ini saya dapat dari bapak saya, dia mengungkapkan teori bahwa cara untuk tidak kedinginan di dataran tinggi adalah mandi, iya MANDI.
Terdengar gila, tapi layak untuk dicoba. Saya coba mandi, kaki yang menginjak lantai di kamar mandi saja dinginnya sudah nyiksa. Airnya seperti air minum di kulkas rumah saya.
Saya guyur air perlahan dari kaki hingga pinggang, dinginnya lumayan dingin banget, begitu disiram ke dada bikin ngos-ngosan, dinginnya nusuk. Begitu diguyur ke kepala makin ngos-ngosan dan pandangan seperti hilang keseimbangan, aneh rasanya tapi seger.

Selesai mandi ternyata memang benar tidak terasa dingin di luar, ya pokoknya enak deh udah seger. Sekarang gantian giliran @yoggamukti yang mandi, hahahaha RASAKAN DINGINNYA AIR ITU! HAHA!

@yoggamukti mandinya sambil teriak-teriak

Jam menunjukkan pukul 4, hujan tak kunjung berhenti, kabut tak kunjung hilang, lebih baik nekat turun hujan-hujanan daripada keburu gelap.
Whuuuusssh motor melaju kencang menerjang kabut dan derasnya hujan, tangan gemeteran, kuping rada budek, kaki terasa kaku, duit sisa 2000 perak, perut keroncongan, oleh-oleh cuma beli teh dari perkebunan disitu.

Sampai di rumah badan serasa masuk angin, ya lumayan lah perjalanannya.
Hikmah yang bisa diambil yaitu teori mandi biar gak dingin itu benar, selalu siapkan uang cadangan yang cukup.

Salam Lestari.
0 komentar

Sandal


Asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga, suara di kota maupun suara di desa bertemunya pada kotak suara. Pesta rakyat kemarin memang berlangsung meriah, baik yang melakukan konvoi dengan knalpot kaleng, baik yang melangsungkan serangan fajar, ataupun yang melakukannya tanpa ada kemunafikan.

Ya tapi semua orang punya ide tersendiri dalam hal merayakan pesta rakyat ini, tak hanya sekedar coret kelingking dan kembali pulang, melainkan memanfaatkan libur nasional tersebut dengan liburan.

Liburan bagi orang-orang kota pasti akan dikait-kaitkan dengan pantai, museum, gunung, dll. Bagaimana dengan orang desa yang mayoritas sudah tinggal di tempat-tempat tujuan wisata orang kota? Bermodal sandal jepit dan nasi rantang pun mereka berangkat ke kota. Tentunya dengan moda transportasi yang seadanya, kadang angkot kadang jalan.

Tidak sedikit orang yang berlibur menggunakan sandal, juga tidak sedikit orang yang berlibur menggunakan sepatu, ya sebenarnya sandal yang saya maksud di sini bukan hanya alas kaki, namun tujuan dasar orang itu berlibur. Sandal yang mereka pakai mewakilkan tujuan mereka dalam berlibur, karena orang kota berliburnya sudah pasti kembali ke alam, maka saya akan bahas tentang alam. (Maaf, orang desa pasti bosan dengan tulisan ini hehe)

Sandal yang menemani mereka berlibur merupakan hal yang terpenting, sandal sudah pasti sepasang, begitu juga dengan kalian, tak mungkin kalian berlibur sendirian, photo selfie di setiap spot, gak mungkin kan?


Sandal juga ada jenisnya, pilih yang cocok dengan tujuan kalian, karena kalau tidak cocok bakalan bisa bikin masalah, bisa slip dan terpleset, bisa jebol tali sendalnya, dll. Begitu juga dengan partner perjalanan kalian, jangan sampai partner kalian itu tidak suka dengan tujuan liburan kalian sehingga dia tidak dapat beradaptasi, bisa saja dia alergi dengan udara dingin apabila liburan kalian ke gunung, bisa saja dia alergi panas apabila pergi ke pantai, nyusahin kan?

Pilih sandal yang nyaman buat kaki kalian, karena kaki kalian yang akan menopang seluruh badan dan barang bawaan selama perjalanan, cidera kaki maupun lecet bisa membuat liburan kalian menyiksa. Begitu juga dalam memilih partner perjalanan, pilih yang benar-benar nyaman buat kalian, pilih partner yang mau diajak susah bareng-bareng, kita gak akan tau masalah apa yang akan dihadapi di liburan nanti, dan masalah itu mutlak pasti ada.

Setiap berlibur tentu kalian akan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang, ya mungkin sekedar beli gantungan kunci, baju, makanan, kasuari, anoa, (eh, keterusan wkowk). Begitu juga dengan pengalaman, hikmah dan pelajaran apa yang kalian dapat ketika liburan tadi untuk dibawa pulang dan dibagikan kepada sanak keluarga dan teman. Pastinya hikmah dan pelajaran yang positif sehingga bermanfaat bagi orang lain.

Terlebih dari itu, saya lebih memilih sepatu, yang bisa melindungi dari goresan luar serta melindungi mata kaki, sama seperti teman perjalanan yang selalu saling melindungi bagaimanapun kondisinya.

Namun, jangan melihat sepatu yang orang pakai, tapi lihatlah seberapa jauh ia melangkah, karena di setiap langkahnya tentu banyak rintangan, dibalik sandal dan sepatu yang menapak, banyak kesabaran dan keteguhan didalamnya.

17 April 2014
Salam





 
;